Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Minggu, 27 November 2011

Fungsi Manajemen/Manajemen Umum


Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha

Rabu, 23 November 2011

Fungsi Manajer



Fungsi manajer akan tetap pada tiga hal: memobilisasi, mengembangkan, dan mendayagunakan sumber. Namun demikian, "gaya" dan instrumen untuk melaksanakannya yang akan berbeda.
Dalam hal ini kita akan teringat pembicaraan tentang "otonomi manajerial", yang, konon, mengalami rongrongan akibat munculnya berbagai gejala, seperti: kuatnya peranan pemerintah, serikat pekerja, kelompokprofesijawaban terhadap masalah itu adalah melakukan perubahan pada pola otoritas dan struktur organisasi perusahaan.
Dua hal yang mendasari upaya perubahan tersebut adalah:
1. Iklim demokrasi industri sebagai basis otoritas telah menggantikan pemilikan sebagai basis otoritas lama. Dampaknya terhadap lapangan manajerial adalah:
• Teori tentang otoritas manajerial (yang bertolak dari pemikiran Weber, Fayol, atau Taylor) akan digantikan oleh teori yang lebih menekankan pada pembagian otoritas, sebagaimana diwakili oleh MacGregor dengan ‘Teori Y".
• Pendidikan manajer harus lebih memberikan kemampuan pada para manajer ketrampilan melakukan akomodasi suatu ketrampilan untuk menjaga keseimbangan antara otoritas dan pendelegasian wewenang.
• Walaupun desakan untuk desentralisasi semakin kuat, toh, kecenderungan konsentrasi kekuasaan masih tetap terjadi di dalam lembaga-lembaga bisnis. Oleh karena itu para manajer masih menghadapi tantangan seperti itu di masa depan.
2. Gaya manajemen akan berubah dari penekanan pada hirarki dan sikap otoriter, ke arah sikap lebih konsultatif yang membuka lebih besar kesempatan partisipasi. Antisipasi yang perlu dilakukan adalah:
• Para manajer hendaknya mempersiapkan tugasnya secara lebih detil, lugas, dan sisstematis, sehingga kendati semakin banyak pihak yang terlibat dalam proses pengambilan kepu-tusan sebuah keputusan bisa cepat diambil.
• Walaupun "manajemen partisipatif’ itu berarti saling memberi dan menerima (give-and-take), toh, pada kenyataannya seorang manajer lebih banyak "memberi" daripada "menerima". Hal ini terjadi karena tuntutan efektifitas peru-sahaan.
• Memahami hakekat pruralitas masyarakat, maka struktur organisasi kemungkinan akan semakin luwes dan terdesentralisasikan, sehingga roda perusahaan tidak dijalankan oleh hanya satu mesin di satu pusat saja.

Manajemen Kualitas Total



Total Quality Management (TQM)
TQM bermula di AS selama PD II, ketika ahli statistik AS W.Edward Deming menolong para insinyur
dan teknisi untuk menggunakan teori statistik untuk memperbaiki kualitas produksi. Setelah perang,
teorinya banyak diremehkan oleh perusahaan Amerika. Kemudian Deming pergi ke Jepang, dimana dia
mengajarkan pemimpin bisnis top pada Statistical Quality Control, mengajarkan mereka dapat membangun
negaranya jika mengikuti nasehatnya.
TQM muncul sebagai respon pada kesulitan membaurkan pendekatan kualitas teknis dengan tenaga
kerja yang berkembang pesat tak terlatih atau semi terlatih saat dan setelah PD 2.
Meskipun banyak dari ide tersebut berawal di AS namun sebagian besar perusahaan Jepanglah yang
mengimplementasikannya dan memperbaikinya dari 1950an. Seperti halnya pendekatan kualitas teknis,
TQM juga menekankan pada pentingnya input namun mengembangkannya dari kompetensi teknis ke juga
termasuk pentingnya motivasi orang dan kemampuannya untuk bekerja dalam tim dalam rangka
memecahkan persoalan. Sebagai tambahan TQM berfokus pada pentingnya proses bisnis yang baik --
terutama satu pola yang mengurangi hambatan dari batasan internal— dan mengerti kebutuhan detail
pelanggan sehingga kebutuhan mereka dapat sepenuhnya tercapai. Keperluan-keperluan ini sejauh ini
mencapai tahap dimana TQM menjadi pemikiran terbaik sebagai filosofi manajemen umum daripada
pendekatan tertentu untuk kualitas.
Dalil TQM telah digunakan oleh European Foundation for Quality Management (EFQM) yang
dimodelkan pada penghargaan Malcolm Baldrige Quality Award (MBQA) dari AS dan pendahulunya
Deming Prize di Jepang.
1.2. Apa itu TQM?
Terdapat beberapa definisi TQM:
• Tobin (1990) mendefinisikan TQM sebagai usaha terintegrasi total untuk mendapatkan manfaat
kompetitif dengan cara secara terus-menerus memperbaiki setiap faset budaya organisasional.
• Witcher (1990) menekankan pada pentingnya aspek-aspek TQM menggunakan penjelasan berikut:
Total: Menandakan bahwa setiap orang dalam perusahaan harus dilibatkan (bahkan mungkin
pelanggan dan para pemasok).
TQM dan TQEM Andie Tri Purwanto, hal. 2
Quality: Mengindikasikan bahwa keperluan-keperluan pelanggan sepenuhnya dipenuhi
Management: Menjelaskan bahwa eksekutif senior pun harus komit secara penuh
• Feigenbaum (1983) mendefinisikan TQM sebagai dampak kontrol kualitas total diseluruh organisasi.
Feigenbaum (1991) memberikan definisi yang lebih lengkap dari TQM: "sistem kualitas total
dijelaskan sebagai salah satu yang merangkum keseluruhan siklus kepuasan pelanggan dari interpretasi
keperluannya terutama pada tahap pemesanan, melalui pasokan produk atau jasa dari harga
ekonominya dan pada persepsinya dari produk setelah dia telah menggunakannya sepanjang perioda
waktu".
Definisi TQM menurut BS 4778 adalah : ‘a philosophy that is comprising all activities through which
the need and axpectations of the customer in broader sense and the society, and the objectives of the
organization are satisfied in the most efficient and cost effective way bay maximising of potential of all
people in a character of continuous improvement’.
Manajemen Kualitas Total (TQM) adalah konsep dan metoda yang memerlukan komitmen dan
keterlibatan pihak manajemen dan seluruh organisasi dalam pengolahan perusahaan untuk memenuhi
keinginan atau kepuasan pelanggan secara konsisten. Dalam TQM tidak hanya pihak manajemen yang
bertanggungjawab dalam memenuhi keinginan pelanggan, tetapi juga peran secara aktif seluruh anggota
dalam organisasi untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkannya (Bennett and Kerr,
1996).
TQM mencakup semua aktifitas-aktifitas keseluruhan fungsi manajemen yang menentukan kebijakan
kualitas, sasaran, dan tanggungjawabnya dan mengimplementasikannya dengan menggunakan perangkat
seperti perencanaan kualitas, kontrol kualitas, pemastian kualitas dan perbaikan kualitas dalam sistem
kualitas (Wheaton dan Schrott, 1999, p.188).
TQM adalah filosofi manajemen dan suatu pola pelibatan teknik-teknik perbaikan kualitas yang telah
banyak diadopsi oleh perusahaan Amerika Serikat. Dengan menerapkan filosofi dan teknik TQM ini,
pebisnis menjalankan perbaikan terus-menerus disemua operasi dengan mencari dan menemukan alasan
bagi kinerja kualitas yang jelek dan pelayanan pelanggan dan mengimplementasikan metoda untuk
mengurangi dan atau menghilangkan penyebab kualitas yang jelek tersebut.
Dasar filosofi TQM adalah ide pencegahan kecacatan (defect) versus pendeteksian kecacatan. Secara
tradisional, usaha-usaha kontrol kualitas telah berkonsentrasi pada pendeteksian kecacatan melalui inspeksi
setelah produk dibuat / dirakit. Proses ini berakibat rework dan limbah. Dalam filosofi TQM, kontrol
kualitas adalah aktifitas terus-menerus (on-going) diseluruh siklus proses: berfokus pada pemahaman
penyebab masalah dan berusaha mengurangi atau menghilangkan dampaknya dalam bentuk yang paling
efektif-biaya. Dengan menggunakan pemahaman karyawan terhadap masalah-masalah pekerjaannya, TQM
membuka jalan kedalam kemampuan kreatifitas karyawan untuk menemukan solusi masalah tersebut.
TQM berfokus pada orang (people): mendorong formasi tim dan pemberdayaan karyawan.
Pemberdayaan karyawan / employee empowerment artinya: memberikan karyawan otoritas dan
tanggung jawab membuat keputusan dan mengambil tindakan. Empowerment ditujukan memungkinkan
karyawan memuaskan pelanggan di kontak pertama, untuk memperbaiki proses dan meningkatkan
produktifitas, dan hasil bisnis organisasi yang lebih baik. Karyawan yang terberdayakan memerlukan
informasi untuk membuat keputusan yang tepat, sehingga organisasi perlu menyediakan informasi tersebut
dalam waktu yang tepat dan cara yang berguna (Baldrige Criteria, 2001).
TQM tidak hanya memenuhi keperluan-keperluan pelanggan namun juga menyediakan kepuasan
mereka. Beberapa perusahaan, seperti kartu-kartu Rover, memiliki kepuasan pelanggan yang luar biasa
sebagai misi perusahaan mereka. Diantara fitur-fitur lain, keperluan-keperluan pelanggan dapat meliputi
pengiriman, ketersediaan, kepercayaan, dapat dipelihara, dan efektif biaya. Sementara berhubungan dengan
hubungan pelanggan-pemasok, pemasok harus mendirikan aktifitas pemasaran yang dibayar dengan tugas
ini. (Halog, 2002).
Pemasar harus tentu saja, tidak hanya mengerti keperluan-keperluan pelanggan secara utuh, namun
juga kemampuan mereka untuk memenuhi keinginan-keinginan pelanggan. Dalam organisasi, dan antara
pelanggan dan pemasok, transfer informasi berkaitan dengan kebutuhan ini seringkali sangat rendah atau
tidak ada sama sekali. Karena itu pengkajian yang berlanjut dari keperluan tersebut dan kemampuan untuk
memenuhinya adalah harga memelihara kualitas. Sebenarnya filosofi TQM terletak pada menggunakan
TQM dan TQEM Andie Tri Purwanto, hal. 3
dasar pengetahuan sebagai aset organisasi. Setiap orang termasuk top manajemen perlu dididik dan dilatih
untuk mengerjakan tugasnya dengan lebih baik. (Halog, 2002).
Saat ini beberapa perusahaan sedang mengembangkan sistem-sistem kualitas mereka dengan tujuan:
- Mengurangi kegagalan di waktu pertama / sedini mungkin
- Mengurangi biaya-biaya klaim pelanggan
- Getting things right the first time, dan
- Memperbaiki jasa pada pelanggan dan untuk meningkatkan daya kompetisi mereka
Sebenarnya TQM mendatangkan aplikasi teknik-teknik manajemen, metoda-metoda kuantitatif, dan
sumberdaya manusia untuk memperbaiki jasa-jasa material yang dipasok pada organisasi, semua prosesproses
dalam organisasi, dan tingkatan dimana keperluan-keperluan pelanggannya dipenuhi, sekarang dan
masa depan. Sebenarnya manajemen kualitas menyediakan keseluruhan filosofi yang menekankan pada
perspektif sistematis, terintegrasi, konsisten, diseluruh organisasi melibatkan segala sesuatunya dan setiap
orang dan berfokus terutama pada kepuasan pelanggan internal dan eksternal, mengusahakan perbaikan
terus-menerus di semua sistem dan proses dalam waktu yang sama. Manajemen kualitas menekankan pada
biaya siklus hidup yang optimal dan penerapan metodologi manajemen menuju perbaikan-perbaikan target.
Elemen-elemen penting dari filosofi ini adalah pencegahan kecacatan dan penekanan pada kualitas
rancangan. Karena itu tujuan utama TQM meliputi penghilangan kerugian dan pengurangan variabilitas. Ini
juga menekankan pada pengembangan hubungan antara pelanggan, pemasok, dan karyawan.
Banyak orang percaya bahwa TQM adalah mungkin jalan satu-satunya untuk memastikan pada
pelanggan bahwa mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan di saat pertama, dan kapan saja.
TQM juga penting karena telah terdapat cukup bukti-bukti untuk menunjukkan bahwa konsep ini memang
bekerja. Jika tidak demikian, perusahaan-perusahaan besar seperti IBM, Xerox, 3M, Toyota, Ricoh,
Cannon, Hewlett-Packard, Nissan, dan banyak lagi lainnya tidak akan menjadi begitu sukses.
Bahkan saat ini banyak perusahaan manufaktur dunia (seperti P&G, Xerox Volvo, AT&T, dst) telah
mengadopsi TQM sebagai elemen kunci sasaran bisnis mereka dan memulai penggunaan metoda-metoda
TQM spesifik seperti Quality Function Deployment (QFD), Design for Quality (DFQ), dan Design for
Manufacturability (DFM).
1.3. Perangkat TQM
TQM yang baik harus memiliki karakteristik berikut: kepemimpinan; kepuasan pelanggan total;
keterlibatan total; pencegahan error; komitmen; perbaikan terus-menerus; pelatihan dan pendidikan;
penghargaan dan pengakuan; dan kerjasama dan tim kerja. Terdapat kesesuaian pendapat di kalangan para
ahli bahwa komitmen manajemen, pelatihan, kerja tim, kepemimpinan, motivasi, dst; masing-masing
memiliki peran vital dan komplementer untuk membangun lingkungan kualitas total. Kontribusi terpenting
dalam menciptakan lingkungan kualitas total adalah mengenali kebutuhan bagi program-program perbaikan
terus-menerus menggunakan perangkat dan teknik-teknik SPC (Statistical Process Control) seperti halnya
7 Tools berikut:
1. checksheet
2. Diagram akar dan penyebab
3. Histogram
4. Flowchart
5. Control chart
6. Pareto diagram
7. scatter diagram
Kemudian dikenal pula perangkat yang juga termasuk SPC: 7 New Tools:
1. Diagram hubungan
2. Diagram afinitas (KJ method)
3. Diagram sistematis
4. Diagram matriks
5. Metoda matriks data-analisa
6. Grafik PDPC (Process Decision Programme Chart)
7. Diagram panah
TQM dan TQEM Andie Tri Purwanto, hal. 4
Dan metoda-metoda pendukung lainnya seperti:
- Benchmarking
- Brainstorming
- ABC
- Perbandingan berpasangan
- Pemetaan proses
- dst.
1.4. Prinsip kinerja berbasis kualitas
ISO 8402 mendefinisikan kualitas sebagai: totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang
bersandar pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau diimplikasikan.
Mengikuti penjelasan ISO tersebut, manajemen kualitas dapat dijelaskan sebagai aspek keseluruhan fungsi
manajemen yang menentukan dan mengimplementasikan kebijakan kualitas.
Terdapat 8 hal kunci keberhasilan perbaikan kinerja berbasis kualitas seperti disebutkan dalam ISO
9001:2000, yaitu (8 hal prinsip-prinsip manajemen kualitas):
1. Fokus pada konsumen: Organisasi yang tergantung pada pelanggan mereka harus mengerti
kebutuhan pelanggan sekarang dan masa depan, harus memenuhi keperluan pelanggan dan
berketetapan untuk memenuhi harapan pelanggan.
Manfaat kuncinya adalah: peningkatan pendapatan dan pangsa pasar yang didapat melalui respon yang
cepat dan fleksibel pada peluang pasar, peningkatan keefektifan dalam penggunaan sumber daya
organisasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, memperbaiki kesetiaan pelanggan sehingga
kontak bisnis berulang.
Menerapkan prinsip ini akan mengarah pada tindakan:
• Penelitian untuk mengerti kebutuhan dan harapan pelanggan
• Memastikan bahwa sasaran organisasi dihubungkan dengan kebutuhan dan harapan pelanggan
• Mengkomunikasikan kebutuhan dan harapan pelanggan diseluruh organisasi (kasus SIAP (Selalu
Ingin Anda Puas, Astra Service untuk mobil)
• Mengukur kepuasan pelanggan dan bertindak sesuai hasil tersebut
• Mengelola hubungan dengan pelanggan secara sistematis
• Memastikan pendekatan keseimbangan antara memuaskan pelanggan dan pihak lain yang terkait
(seperti pemilik, karyawan, pemasok, investor, masyarakat lokal dan keseluruhan)
2. Kepemimpinan: Kepemimpinan menentukan kesatuan arah dan maksud dari organisasi. Prinsip ini
harus menciptakan dan menjaga lingkungan internal dimana orang-orang dapat terlibat secara penuh
dalam mencapai sasaran organisasi.
Manfaat kunci:
• Semua orang akan mengerti dan dimotivasi menuju tujuan dan sasaran organisasi.
• Aktifitas dapat dievaluasi, diarahkan, dan diimplementasikan dalam satu kesatuan arah
• Miskomunikasi diantara tingkatan organisasi dapat diminimalkan
Menerapkan prinsip kepemimpinan akan membawa pada:
• Mempertimbangkan kebutuhan semua pihak terkait termasuk pelanggan, pemilik, karyawan,
pemasok, investor, masyarakat lokal dan keseluruhan
• Mendirikan visi yang jelas pada masa depan organisasi
• Menentukan tujuan dan target yang menantang
• Menciptakan dan menjaga nilai-nilai bersama, keadilan, dan model peran etikal di semua tingkatan
organisasi
• Meningkatkan rasa saling percaya dan menghilangkan ketakutan
• Menyediakan sumber daya yang diperlukan, pelatihan dan kemerdekaan untuk bertindak pada
semua orang, dengan tanggung jawab dan akuntabilitas.
• Menginspirasikan, mendorong, dan mengenali kontribusi semua orang dalam organisasi
3. Keterlibatan semua orang: Orang disemua tingkatan adalah inti dari organisasi dan keterlibatan
penuh mereka memungkinkan kemampuan mereka untuk digunakan bagi kemanfaatan organisasi.
Manfaat kunci:
TQM dan TQEM Andie Tri Purwanto, hal. 5
• Orang yang termotivasi, komit, dan terlibat dalam organisasi
• Inovasi dan kreatifitas dalam menuju sasaran organisasi
• Orang akan bertanggung jawab pada kinerja mereka sendiri
• Semua orang ingin berpartisipasi dan berkontribusi pada perbaikan terus-menerus
Menerapkan prinsip keterlibatan orang ini akan membawa pada:
• Orang mengerti pentingnya kontribusi mereka dan perannya di organisasi
• Orang mengidentifikasi hambatan dari kinerja mereka
• Orang mengevaluasi kinerja mereka terhadap tujuan dan sasaran pribadi mereka
• Orang akan secara aktif mencari peluang meningkatkan kompetensi mereka, pengetahuan dan
pengalaman
• Orang akan berbagi pengetahuan dan pengalaman secara bebas
• Orang akan secara terbuka mendiskusikan masalah dan isu-isu penting.
4. Pendekatan proses: Hasil yang diharapkan dapat dicapai secara lebih efisien ketika aktifitas dan
sumber daya yang berhubungan dengannya dikelola sebagai suatu proses.
Manfaat kunci:
• Biaya yang lebih rendah dan waktu siklus lebih pendek melalui penggunaan sumberdaya yang
lebih efektif
• Hasil yang dapat diprediksi, konsisten, dan lebih baik
• Peluang perbaikan yang terfokus dan dalam bentuk prioritas
Menerapkan prinsip pendekatan proses akan membawa pada:
• Secara sistematis akan menjelaskan aktifitas yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang
diharapkan
• Mendirikan tanggungjawab yang jelas dan akuntabilitas bagi mengelola aktifitas kunci
• Menganalisa dan mengukur kemampuan aktifitas kunci
• Mengidentifikasi antarmuka aktifitas kunci di dalam dan di antara fungsi organisasi
• Memfokuskan pada faktor seperti sumberdaya, metoda, dan material yang akan memperbaiki
aktifitas organisasi kunci
• Mengevaluasi resiko, konsekwensi, dan dampak dari aktifitas pada pelanggan, pemasok, dan pihak
lain yang terkait.
5. Pendekatan sistem pada manajemen: mengidentifikasi, mengerti, dan mengelola proses saling
berhubungan sebagai sistem yang memberi sumbangan pada keefektifan organisasi dan efisiensi dalam
mencapai sasarannya.
Manfaat kunci:
• Integrasi dan pengarahan proses yang akan mencapai hasil terbaik yang diinginkan
• Kemampuan untuk memfokuskan usaha pada proses kunci
• Meningkatkan kepercayaan diri pihak terkait (pelanggan, investor, masyarakat, dst) terhadap
konsistensi, efektifitas, dan efisiensi organisasi
Menerapkan prinsip pendekatan sistem pada manajemen akan membawa pada:
• Menstrukturkan sistem untuk mencapai sasaran organisasi dalam cara yang paling efektif dan
efisien
• Mengerti hubungan saling ketergantungan antara proses-proses dalam sistem
• Menstrukturkan pendekatan yang mengharmonisasi dan mengintegrasikan proses
• Menyediakan pengertian lebih baik pada peran dan tanggungjawab yang diperlukan bagi upaya
mencapai sasaran bersama dan sekaligus mengurangi hambatan lintas fungsional
• Mengerti kemampuan organisasional dan menentukan batasan sumberdaya menurut prioritas
perlakuan
• Menentukan target dan menjelaskan seberapa spesifik aktifitas dalam sistem sebaiknya
dioperasikan
• Secara terus-menerus memperbaiki sistem melalui pengukuran dan evaluasi
6. Perbaikan terus-menerus: perbaikan terus-menerus pada kinerja keseluruhan organisasi harus
menjadi sasaran permanen organisasi.
TQM dan TQEM Andie Tri Purwanto, hal. 6
Manfaat kunci:
• Keunggulan kinerja melalui kemampuan organisasional yang lebih baik
• Penyesuaian aktifitas perbaikan di semua tingkatan pada maksud strategis organisasi
• Fleksibilitas untuk bereaksi secara cepat pada peluang
Menerapkan prinsip ini akan membawa pada:
• Menerapkan pendekatan konsisten diseluruh organisasi untuk perbaikan kinerja organisasi secara
terus-menerus
• Menyediakan pelatihan pada semua orang dalam metoda dan alat perbaikan berkelanjutan
• Membuat perbaikan berkelanjutan pada produk, proses, dan sistem menjadi sasaran bagi semua
individu dalam organisasi
• Mendirikan tujuan untuk memandu dan ukuran untuk ditempuh, perbaikan berkelanjutan
• Mengenali dan mengakui perbaikan
7. Pendekatan faktual pada proses pengambilan keputusan: keputusan-keputusan efektif didasarkan
pada analisa data dan informasi
Manfaat kunci:
• Keputusan-keputusan yang diinformasikan
• Peningkatan kemampuan untuk mendemonstrasikan keefektifan keputusan-keputusan masa lalu
melalui referensi pada rekaman faktual
• Peningkatan kemampuan untuk mereview, menantang dan merubah opini dan keputusan
Menerapkan prinsip ini pada pengambilan keputusan akan membawa pada:
• Memastikan data dan informasi cukup, akurat, dan tersedia
• Membuat data dapat diakses oleh siapapun yang memerlukannya
• Menganalisa data dan informasi menggunakan metoda valid
• Membuat keputusan dan mengambil tindakan didasarkan pada analisa faktual, menyeimbangkan
dengan pengalaman dan intuisi
8. Hubungan dengan pemasok yang saling menguntungkan: organisasi dan pemasoknya adalah saling
ketergantungan, dan hubungan yang saling menguntungkan akan meningkatkan kemampuan keduanya
untuk menciptakan nilai.
Manfaat kunci:
• Meningkatkan kemampuan untuk menciptakan nilai bagi kedua belah pihak
• Fleksibilitas dan kecepatan respon bersama pada perubahan pasar atau keinginan dan harapan
pelanggan
• Mengoptimalkan biaya dan sumber daya
Menerapkan prinsip ini akan membawa pada:
• Mendirikan hubungan yang menyeimbangkan pendapatan jangka pendek dengan pertimbangan
jangka panjang
• Mengumpulkan keahlian dan sumber daya dengan mitra
• Mengidentifikasi dan menseleksi pemasok kunci
• Komunikasi yang jelas dan terbuka
• Berbagi informasi dan rencana masa depan
• Mendirikan aktifitas perbaikan dan pengembangan bersama
• Menginspirasikan, mendorong, dan mengenali perbaikan dan pencapaian dengan pemasok
1.5. Manajemen kualitas
Manajemen kualitas seperti dikembangkan oleh pendirinya, didasarkan pada pengertian komprehensif
pada apa organisasi itu, apa yang mendorong orang-orangnya, dan fakta yang mempengaruhi tingkah laku,
sebagai dasarnya. (Hardjono, 1996).
Tanpa mengesampingkan subyek seperti proses kerja, kontrol dan prosedur, mereka telah
menambahkan porsi lebih besar pada cara pengelolaan berfokus orang. Organisasi semacam ini
menunjukkan bahwa mereka mempersepsikan manajemen sebagai tugas membentuk kebiasaan orang dan
menciptakan lingkungan yang memungkinkan mereka untuk mengambil inisiatif, untuk bekerja sama, dan
TQM dan TQEM Andie Tri Purwanto, hal. 7
untuk belajar. Dalam hal ini mereka melakukan proses mengorganisasi dan mengelola sebagai bukan
proses mekanistik, melainkan sebagai proses berfokus orang yang diarahkan untuk menciptakan kondisi
yang memungkinkan mereka mengarahkan dan mengembangkan orang tersebut.
Sasaran spesifik organisasi tergantung pada karakter masalah utamanya dan fokus perhatiannya.
Kategori-kategori utama sasaran tersebut adalah :
1. Memperbaiki hasil bisnis (meningkatkan nilai material)
2. Meningkatkan fokus pelanggan (meningkatkan nilai komersial)
3. Mengembangkan budaya dan kepemimpinan (meningkatkan nilai sosialisasi)
4. Merangsang pengembangan orang secara kolektif (meningkatkan nilai intelektual kolektif)
Organisasi tersebut mendemonstrasikan hal tersebut dengan:
1. Mendirikan perbaikan berkelanjutan
2. Mengembangkan dan mengimplementasikan strategi baru.
Organisasi semacam ini peduli pada fakta bahwa mereka harus meletakkan pelanggan mereka dalam
posisi sentral dan merealisasikan bahwa fokus pasar adalah sangat penting. Mereka menyadari bahwa profit
terletak diluar perusahaan, dimana pelanggan berada. Bagaimanapun mereka juga peduli pada fakta bahwa
alasan bagi keberadaan dan kapasitas yang ditunjukkan terkait dengan kompetensi mereka.
Kompetensi menjelaskan keunikan organisasi, berdasarkan pada pilihan strategisnya dan menolong
untuk mendirikan relevansi ‘peluang-peluang pasar’. Kompetensi sebagaimana didefinisikan oleh banyak
perusahaan Eropa adalah apa yang kita sebut ‘pengetahuan yang sepantasnya diperlukan (propietary
knowledge)’. ‘Propietary knowledge’ diletakkan dalam baik pengetahuan eksplisit atau tacit, adalah
kombinasi teknologi, kemampuan manusia, dan proses sosial (Harjono, 1996).
TQM didefinisikan sebagai pendekatan sistem pada manajemen yang bertujuan untuk secara terusmenerus
meningkatkan nilai pada pelanggan dengan merancang dan secara terus-menerus memperbaiki
proses-proses organisasional dan sistem. TQM direpresentasikan dalam banyak cara. Antara lain model
Eropa (European Quality Award), Malcolm Balridge National Award, Deming Prize, atau kriteria ISO
9000.
1.6. Model Malcolm Baldrige National Quality Award
Model Malcolm Baldrige National Quality Award banyak digunakan oleh perusahaan Amerika bagi
kegunaan internal seperti alat pengkajian diri (self-assessment) dan perbandingan dengan perusahaan
sejenis. Banyak standar di negara lain juga didasarkan pada model Malcolm Baldrige ini seperti Swedish
Quality Award (SQA).
Model ini diperkenalkan tahun 1987 dengan berlakunya US Public Law 100 – 107, yang digunakan
untuk mengenali perusahaan yang menjadi pemimpin dalam menyediakan nilai dan kualitas yang tinggi
pada pelanggan mereka dalam era kompetisi internasional.
Model ini mempunyai 3 elemen dasar :
1. Pendorong (driver); dalam bentuk pemimpin eksekutif senior yang menentukan arah, menciptakan
nilai-nilai, sasaran, harapan, dan sistem, dan mendorong kesempurnaan kinerja bisnis dan pemenuhan
kebutuhan pelanggan.
2. Sistem; sistem terdiri dari set pola proses yang terdefinisi dan terencana baik untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan perusahaan dan kinerja keseluruhan.
3. Sasaran; arah dasar kepemimpinan dan kegunaan sistem ada 2 lapis :
• Kinerja pelanggan dan pasar; artinya pengiriman nilai yang telah diperbaiki pada pelanggan,
tingkatan tinggi kepuasan pelanggan dan posisi kompetitif yang kuat.
• Kinerja bisnis; dicerminkan dalam bermacam hasil finansial dan non-finansial, termasuk
pengembangan sumber daya manusia dan tanggung-jawab perusahaan.
Kriteria Baldrige mengindikasikan bagaimana manajemen telah berubah dalam era kompetitif
internasional dalam 1990an dimana ditandai oleh perubahan teknologi yang cepat dan keinginan pelanggan
yang mempunyai alternatif yang banyak tersedia bagi mereka. Banyak perusahaan yang telah
memenangkan Baldrige Award adalah pemimpin dalam era seperti ini dan menyediakan model manajemen
baru. Penekanan kriteria Baldrige dalam kepuasan pelanggan dan kualitas, telah menjadi area inti perhatian
manajerial dalam masa 1990an.
TQM dan TQEM Andie Tri Purwanto, hal. 8
1. Kepemimpinan
Pendorong
2. Informasi dan
analisa
3. Perencanaan
strategis
4. Manajemen
sumber daya
manusia
5. Manajemen
proses
Sistem
6. Hasil bisnis
7. Fokus kepuasan
pelanggan
Kinerja pelanggan dan
pasar :
- Kepuasan pelanggan
- Loyalitas pelanggan
- Kepuasan pelanggan
relatif terhadap
kompetitor
- Pangsa pasar
- Daya kompetisi
Kinerja bisnis :
- Kualitas produk dan
jasa
- Pertumbuhan dan
produktifitas aset
- Kinerja pemasok
- Tanggung jawab publik
- Kinerja keuangan
Sasaran
Gambar 1. Model Malcolm Baldrige Quality Award (Hardjono et.al., 1996)
Membandingkan model Eropa (EQA) dan Amerika (MBQNA) terdapat kesamaan sebagai berikut :
• Semua model mempunyai dasar konsep kualitas total
• Semua model memiliki hubungan kriteria yang menunjukkan bagaimana elemen-elemen kriteria
penanganan dikaitkan bersama. Masing-masing cakupan elemen kriteria memiliki dasar yang sama
• Semua model memiliki sistem pengkajian berdasarkan pendekatan 'bagaimana' dan 'hasil'
• Semua model menekankan bahwa kegunaan akhir adalah untuk menciptakan organisasi lebih efisien
dan efektif, yang mampu menyesuaikan diri lebih baik pada kebutuhan pelanggannya dan masyarakat
umum.
• Semua model menempatkan sebagian porsi penekanan pada pengukuran hasil dari keefektifan
organisasi tersebut, dan juga porsi penekanan pada proses yang memberi sumbangan kepada hasil
tersebut.
Dalam model Eropa (European Quality Award / EQA) diketengahkan fase perkembangan yang berisi
karakteristik orientasi paling dominan pada satu waktu tertentu, dan memungkinkan organisasi untuk
mendirikan gap analysis –berdasarkan analisa situasi sekarang terhadap kondisi yang diinginkan.
Tabel 1. Gambaran 9 kriteria kualitas model Eropa (European Quality Award)
No. Kriteria Orientasi
produk
Orientasi
proses
Orientasi
sistem
Orientasi
rantai
Kualitas
total
123456789
Kepemimpinan
Manajemen orang
Kebijakan dan strategi
Sumber daya
Proses
Kepuasan orang
Kepuasan pelanggan
Dampak pada masyarakat
Hasil bisnis
TQM dan TQEM Andie Tri Purwanto, hal. 9
Oakland (1993) menjelaskan pada dasarnya terdapat 2 faktor yang mempengaruhi keberhasilan TQM
atau sistem lain yang ingin diimplementasikan di perusahaan yaitu:
1. Soft faktor: budaya (termasuk sikap, perilaku), komunikasi, dan komitmen karyawan
2. Hard faktor: tim, sistem (prosedur, struktur), dan perangkat
Sehingga dalam konteks implementasi TQM, perubahan budayalah yang terjadi. Dari budaya
tradisional menjadi budaya tim dan kualitas. Transformasi ini adalah transisi dari lingkungan yang bersifat
kompetisi internal menjadi kooperasi internal. Perubahan ini dapat dilakukan lewat 2 pendekatan:
1. Perubahan sistem. Dari perilaku (behavior) ke sikap (attitudes), kemudian nilai-nilai (values)
2. Perubahan budaya. Dari values ke sikap, baru perilaku.


Sumber :andietri.tripod.com/jurnal/TQEM_T.pdf

Pengenalan Dasar Tentang Jaringan Komputer

Pengenalan Dasar Tentang Jaringan Komputer

Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dibedakan menjadi 4 yaitu:

1. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data

- Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server

- Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.


2. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:

- Jaringan LAN
merupakan jaringan yang menghubungkan 2 komputer atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, kantor, serta dalam 1 warnet.

- Jaringan MAN
Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.

- Jaringan WAN
Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT. Telkom, PT. Indosat, serta jaringan GSM Seluler seperti Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.


3. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data.

- Jaringan Client-Server
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.

-Jaringan Peer-to-peer
Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.


4. Berdasarkan media transmisi data

- Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

- Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

Sumber:http://alfandra.blogspot.com/2007/09/pengenalan-dasar-tentang-jaringan.html

Minggu, 20 November 2011

IP TABLES

Kali ini saya akan mengulas sedikit mengenai IPTables. Sekedar sharing mengenai materi praktikum saya minggu lalu.

IPTables adalah suatu tools dalam sistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan filter (penyaringan) terhadap (trafic) lalulintas data. Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalulintas data. Dengan iptables inilah kita akan mengatur semua lalulintas dalam komputer kita, baik yang masuk ke komputer, keluar dari komputer, ataupun traffic yang sekedar melewati komputer kita.

Dengan kemampuan tools iptables ini, kita bisa melakukan banyak hal dengan iptables. Yang paling penting adalah bahwa dengan iptables ini kita bisa membuat aturan (rule), untuk arus lalulintas data. Aturan aturan itu dapat mencakup banyak hal, seperti besar data yang boleh lewat, jenis paket/datagram yang dapat diterima, mengatur trafic berdasar asal dan tujuan data, forwarding, nat, redirecting, pengelolaan port, dan firewall.

Perlakuan yang dialami oleh data/paket data oleh iptables digambarkan melalui tabel. Macam tabelnya adalah:
1. Filter : tabel default yang ada dalam penggunaan iptables
2. NAT : tabel ini digunakan untuk fungsi NAT, redirect, redirect port
3. Mangle : tabel ini berfungsi sebagai penghalus proses pengaturan paket

Kita bisa peroleh info tentang iptables, dengan cara mengetikkan:
man iptables
atau
iptables –help

Perintah man adalah untuk mendapatkan manual penggunaaan dari iptables ini. Sedangkan help adalah untuk mendapatkan informasi help dari iptables tersebut.
Command pada baris perintah IPTables akan memberitahu apa yang harus dilakukan terhadap lanjutan sintaks perintah. Umumnya dilakukan penambahan atau penghapusan sesuatu dari tabel atau yang lain.
Command
Keterangan
-A  --append
Perintah ini menambahkan aturan pada akhir chain. Aturan akan ditambahkan di akhir baris pada chain yang bersangkutan, sehingga akan dieksekusi terakhir
-D           --delete
Perintah ini menghapus suatu aturan pada chain. Dilakukan dengan cara menyebutkan secara lengkap perintah yang ingin dihapus atau dengan menyebutkan nomor baris dimana perintah akan dihapus.
-R           --replace
Penggunaannya sama seperti --delete, tetapi command ini menggantinya dengan entry yang baru.
-I           --insert
Memasukkan aturan pada suatu baris di chain. Aturan akan dimasukkan pada baris yang disebutkan, dan aturan awal yang menempati baris tersebut akan digeser ke bawah. Demikian pula baris-baris selanjutnya.
-L           --list
Perintah ini menampilkan semua aturan pada sebuah tabel. Apabila tabel tidak disebutkan, maka seluruh aturan pada semua tabel akan ditampilkan, walaupun tidak ada aturan sama sekali pada sebuah tabel. Command ini bisa dikombinasikan dengan option –v (verbose), -n (numeric) dan –x (exact).
-F           --flush
Perintah ini mengosongkan aturan pada sebuah chain. Apabila chain tidak disebutkan, maka semua chain akan di-flush.
-N           --new-chain
Perintah tersebut akan membuat chain baru.
-X           --delete-chain
Perintah ini akan menghapus chain yang disebutkan. Agar perintah di atas berhasil, tidak boleh ada aturan lain yang mengacu kepada chain tersebut.
-P           --policy
Perintah ini membuat kebijakan default pada sebuah chain. Sehingga jika ada sebuah paket yang tidak memenuhi aturan pada baris-baris yang telah didefinisikan, maka paket akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan default ini.
-E           --rename-chain
Perintah ini akan merubah nama suatu chain.

Kemudian, pada IPTables terdapat istilah Chain. Apa itu Chain?
Chain/rantai digambarkan sebagai jalur aliran data. Chains yang diperlukan untuk iptables ini antara lain:
FORWARD Route packet akan di FORWARD tanpa di proses lanjut di local
INPUT Route packet masuk ke dalam proses lokal sistem
OUTPUT Route packet keluar dari local sistem
PREROUTING Chain yang digunakan untuk keperluan perlakuan sebelum packet masuk route. Biasanya dipakai untuk proses NAT
POSTROUTING Chain yang digunakan untuk keperluan perlakuan sesudah packet masuk route. Biasanya dipakai untuk proses NAT
Adapun Target :
ACCEPT Rantai paket tersebut diterima dalam rule
DROP Rantai paket tersebut “dijatuhkan”
REJECT Rantai paket tersebut ditolak seperti DROP
DNAT Rantai paket di “destination nat” kan ke address lain
SNAT Rantai paket di arahkan ke source nat tertentu
REDIRECT Rantai paket di redirect ke suatu addres dan port tertentu
MASQUERADE Bekerja seperti SNAT tapi tidak memerlukan source
REJECT Bekerja seperti DROP

Sumber :
http://bodhon.wordpress.com/2007/04/10/iptables/
http://rootbox.or.id/tips/iptables.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Iptables
http://muhammadrizka.blogspot.com/2011/10/iptables.html

Kamis, 27 Oktober 2011

Fungsi Manajemen Umum dalam usaha foto copy

FUNGSI MANAJEMEN UMUM DALAM MANAJEMEN USAHA FOTOCOPY

Pendahuluan

Seiring berkembangnya teknologi yang semakin pesat, persaingan bisnis pun semakin ketat. Banyak para pelaku bisnis yang tersingkirkan dari usaha – usaha yang telah digelutinya sekian lama. Banyak sekali ragam penyebab terjadinya persaingan tersebut. Mulai dari manajemennya yang kurang baik, teknologi yang kurang inovatif, sumber daya manusia yang kurang bermutu dan lain sebagainya yang kurang memadai dalam menunjang kemajuan bisnis. Hal ini membuat para pelaku bisnis berfikir dua kali untuk mencari peluang usaha baru, yang bisa diandalkan. Dari kejadian tersebut banyak sekali yang harus dipertimbangkan dalam memulai sebuah usaha baru. Hal utama yang harus dipertimbangkan dalam memulai sebuah usaha adalah pengelolaan usaha dari segi keuangannya, produksi, pemasaran, dan sumber daya manusianya. Kemudian setelah itu penerapan konsep manajemen usaha tersebut. Karena fungsi dari manajemen itu sendiri membuat para pengusaha dapat mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi pembantunya. Sehingga usaha yang sedang digarap dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Apapun usaha baru yang akan dibuat, dalam penerapannya ketika dikelola dengan sebuah konsep manjemen yang baik maka hasilnya pun akan mempunyai arah dan tujuan. Sebab konsep manajemen itu sendiri sangat fleksibel, karena dapat menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Maka dari itu penulis mencoba untuk memberikan sebuah contoh sederhana, penerapan ilmu manajemen dalam sebuah tindakan nyata. Walaupun banyak sekali usaha – usaha yang sedang gencar – gencarnya digeluti oleh para pelaku bisnis, mulai usaha kecil – kecilan sampai usaha dengan modal yang sangat besar. Maka penulis mengambil contoh penerapan manajemen dalam memulai sebuah usaha fotocopy. Karena penulis melihat usaha fotocopy akhir – akhir ini mengalami peningkatan yang signifikan, baik dari jumlahnya yang bertambah sampai ragam usahanya yang dikembangkan menjadi TOSERBA (Toko serba ada) yang penggunaan mesin fotocopy disana hanya sebagai pelengkap saja.

Pengelolaan dasar usaha fotocopy

Usaha fotocopy yang banyak ditemui disekitar kita, sangatlah beraneka ragam sehingga membuat para pengelola harus berfikir panjang untuk menyiasati konsep pengelolaan yang baik. Dilihat dari segi pengelolaannya, maka terdapat 4 hal utama yang harus disiasati pengelolaannya:

1. Keuangan

Dalam hal ini keuangan memegang peranan penting dalam memulai sebuah usaha, karena usaha apapun yang akan dijalankan tanpa modal takkan pernah terwujud. Tapi hal yang lebih penting lagi adalah pengelolaan keuangan yang baik. Pengelolaan keuangan yang baik, sangatlah penting untuk mencapai keuntungan atau laba yang diharapkan. Pada dasarnya kondisi keuangan yang baik adalah, dimana pendapatan lebih besar dari pada pengeluaran. Karena jika pendapatan lebih kecil dari pengeluaran maka yang terjadi adalah rugi. Dan yang kedua adalah menyiasati pengeluaran – pengeluaran yang tak terduga serperti halnya mesin fotocopy rusak tiba – tiba sehingga memerlukan perbaikan dengan dana yang lumayan jika harus diperbaiki ditempat servis, untuk menyiasatinya perlu diperhatikan kondisi mesin fotocopy dan tidak lupa untuk menyediakan peralatan – peralatan sparepart mesin fotocopy yang berguna untuk perbaikan.

2. Produksi

Proses produksi dalam sebuah usaha mempunyai peranan sebagai penghasil keuntungan. Karena hasil dari sebuah produksi merupakan produk yang akan dijual untuk mencapai hasil yang diharapkan yaitu berupa pendapatan. Proses produksi yang baik menghasilkan produk yang baik pula. Sehingga konsumen merasa terpuaskan dan dapat menarik kembali minat konsumen untuk menggunakannya lagi. Terlebih lagi dalam sebuah usaha fotocopy. Jika kita memberikan hasil produksi yang baik serta bahan – bahan seperti kertas yang berkualitas maka konsumen pun akan terpuaskan dan akan kembali atau dengan kata lain menjadi pelanggan tetap. Serta tidak lupa hal yang paling penting untuk disiasati adalah menjaga kehematan proses produksi, misalnya seperti mematikan mesin fotocopy bila tidak digunakan, menghemat pemakaian kertas, mengatur warna kejelasan dari pencetakan untuk menghemat pengeluaran tinta mesin fotocopy dan lain sebagainya. Dan tidak lupa menyiasati kelancaran proses produksi agar tidak mengecewakan para konsumen.

3. Pemasaran

Pemasaran atau promosi merupakan hal yang unik. Karena proses promosi ini bertujuan untuk menarik minat konsumen agar memakai atau menggunakan barang dan jasa kita. Sehingga dalam proses perjalanannya harus melalui pendekatan – pendekatan dua arah antara produsen dengan konsumen. Artinya antara produsen dan konsumen harus saling mengenal. Inilah konsep manajemen pemasaran yang baik untuk diterapkan dalam sebuah usaha fotocopy. Walaupun proses promosi atau pemasaran dalam usaha fotocopy dirasa kurang penting. Tapi dalam sebuah penerapan konsep manajemen yang baik, pemasaran sangatlah penting untuk mengenalkan produk kita kepada konsumen. Karena ada pepatah mengatakan Tak kenal maka tak sayang, jika produk kita tidak dikenal maka sulit sekali untuk konsumen akan memakai produk kita. Proses promosi yang mungkin dilakukan dalam sebuah usaha fotocopy seperti mengatur letak posisi barang – barang yang dijual dalam sebuah etalase agar lebih terlihat dengan jelas oleh konsumen, permainan harga diskon jika melalukan banyak pembelian, penempatan kertas harga – harga barang dan jasa agar konsumen dapat membandingkan harga tempat fotocopy kita dengan yang lain, memberikan cinderamata seperti plastik, sticker, bon dan lain – lain yang bertuliskan nama tempat fotocopy agar mereka selalu ingat dengan tempat fotocopy kita dan lain sebagainya. Yang pasti proses promosi yang akan dilakukan mengundang minat konsumen tertarik untuk mengunjungi tempat fotocopy tersebut.

4. Sumber Daya Manusia (SDM)

Sumber daya manusia atau SDM mempunyai peranan dalam mengatur semua pengelolaan yang terjadi didalam sebuah usaha. Dalam prakteknya SDM merupakan kunci utama bagi tercapainya suatu tujuan. SDM yang baik adalah yang berkualitas. Kualitas yang ada pada diri SDM sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dapat dilihat dari lingkungan, teman maupun keturunan. Maka penting bagi para pengusaha memilih dengan hati – hati SDM – SDM nya, agar memperoleh keselarasan antara harapan produsen dengan konsumen. Karena jika kita melihat dalam praktek usaha fotocopy, pengaruh SDM dalam proses menarik perhatian konsumen sangat dilihat dari segi pelayanannya. Jika pelayanan yang diberikan ramah dan sopan maka konsumen pun akan merasa terpuaskan, sehingga mereka tidak segan – segan untuk kembali lagi. Untuk sebuah usaha fotocopy, SDM yang diperlukan tidak kurang tidak lebih harus mempunyai kepribadian yang baik serta fisik yang baik pula. Karena dalam memberikan pelayanan para pegawai tersebut harus terlihat rapi, bersih, ramah dan sopan. Sehingga menimbulkan kenyamanan antara konsumen dengan pegawai, baik dalam proses transaksi maupun produksi.

Penerapan fungsi – fungsi manajemen dalam usaha fotocopy

Fungsi Manajemen ialah berbagai jenis tugas atau kegiatan manajemen yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Banyak sekali ahli yang mengemukakan tentang fungsi manajemen ini. Berikut uraian singkat tentang fungsi manajemen yang paling banyak digunakan :

1. Perencanaan ( Planning )

Perencanaan (Planning) ialah fungsi manajemen yang harus bisa menjawab rumus SWIH. (WHAT) apa yang akan dilakukan, (WHY) mengapa harus melakukan, (WHEN) kapan melakukan, (WHERE) dimana melakukan, (WHO) siapa yang melakukan, (HOW) bagaimana cara melakukan. Perencanaan program kerja, termasuk perencanaan anggaran, bukan merupakan hal yang baru dalam memulai sebuah usaha fotocopy, baik perencanaan jangka pendek maupun perencanaan jangka panjang. Namun, perencanaan perlu dilakukan untuk perencanaan strategis, yaitu perencanaan menentukan hidup mati dan berkembang tidaknya suatu usaha.

2. Pengorganisasian ( Organizing )

Fungsi pengorganisasian termasuk fungsi pengisian staf yang sesuai untuk setiap tugas atau kedudukan. Pengisian staf atau karyawan perlu membedakan beberapa jenis karyawan, yang masing-masing mempunyai tugas khas dan karakteristik sendiri-sendiri. Ada sekurang – kurangnya empat jenis karyawan yang mempunyai tugas berbeda, adalah sebagai berikut:

- Karyawan supervisor adalah karyawan yang mengatur semua kegiatan dan bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi dalam usaha fotocopy tersebut.

- Karyawan produksi adalah para pegawai yang melakukan proses fotocopy.

- Karyawan maintenance adalah para pegawai yang bertugas memperbaiki dan memeriksa peralatan teknis.

- Karyawan pramuniaga adalah para pegawai yang melayani proses jual beli dan pengambilan barang – barang yang ingin dibeli konsumen serta menjaga kebersihan tempat usaha.

Fungsi tugas pengorganisasian dan staf termasuk perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan karir, pembuatan rincian tugas (job description) dan kebutuhan tugas (job requirement), penetapan otorisasi, menentukan organigram, menentukan hubungan lini dan hubungan staf, menentukan rentang kendali (span of control), membuat penilaian tugas dan jenjang tugas (job evaluation dan job establishment), merencanakan kaderisasi dan sebagainya.

3. Penggerakan ( Actuating )

Fungsi tugas penggerakan (actuating) adalah tugas menggerakkan seluruh manusia yang bekerja didalam sebuah usaha fotocopy, agar masing-masing bekerja sesuai dengan yang telah ditugaskan dengan semangat dan kemampuan maksimal. Ini merupakan tantangan yang sangat besar bagi fungsi manajemen karena menyangkut manusia, yang mempunyai keyakinan, harapan, sifat, tingkat laku, emosi, kepuasan, pengembangan, dan akal budi serta menyangkut hubungan antar pribadi. Oleh karena itu, banyak yang mengatakan bahwa fungsi penggerakan adalah fungsi yang paling penting serta paling sulit dalam keseluruhan fungsi manajemen. Fungsi penggerakan berada pada semua tingkat, lokasi, dan bagian dalam bidang usaha fotocopy. Kemudian, fungsi penggerakan meliputi memberikan motivasi, memimpin, menggerakkan, mengevaluasi kinerja individu, memberikan imbal jasa dan sebagainya. Fungsi penggerakan kadang-kadang diganti dengan istilah lain, misalnya fungsi kepemimpinan (leading). Parameter pengukuran atau suatu alat yang seringkali digunakan untuk membantu memahami kebutuhan manusia adalah hierarki kebutuhan yang dikembangkan oleh AH Maslow. Hierarki mengenai lima tingkat (kadang-kadang dibagi menjadi enam) yakni kebutuhan dasar manusia, dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi, sebagai berikut:

a. Kebutuhan fisiologis (physiological need)
Lapar dan haus adalah kebutuhan yang paling dasar bagi manusia dan harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum semua kebutuhan lainnya dipenuhi.
b. Kebutuhan keamanan (safety need)
Keamanan adalah tingkat kebutuhan kedua, yaitu berupa pakaian, tempat perlindungan atau rumah tempat tinggal, dan lingkungan yang menjamin keamanan seperti pekerjaan tetap, pensiun dan asuransi.
c. Kebutuhan afeksi (affection need)
Termasuk dalam kebutuhan tingkat tiga adalah pengakuan termasuk dalam lingkungan tertentu, bukan hanya lingkungan keluarga, tetapi juga lungkungan social lainnya, seperti tempat kerja.

d. Kebutuhan penghargaan (esteem need)
Kebutuhan penghargaan berbentuk kebutuhan penghargaan diri, rasa keberhasilan, dan pengakuan dari orang lain. Kebutuhan akan status merupakan dorongan utama untuk mencapai keberhasilan lebih lanjut.
e. Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization need)
Tingkat tertinggi kebutuhan manusia adalah rasa pemenuhan diri, yaitu sumbangan optimalnya pada sesama manusia, suatu realisasi penuh atas potensi diri manusia.

4. Pengawasan ( Controlling )

Pengawasan adalah fungsi terakhir manajemen, namun bukan berarti yang paling kurang penting. Pengawasan adalah pengamatan dan pengukuran, apakah pelaksanaan dan hasil kerja sudah sesuai dengan perencanaan atau tidak. Kalau tidak, apa kendalanya dan bagaimana menghilangkan kendala agar hasil kerja dapat sesuai dengan yang diharapkan. Fungsi pengawasan tidak harus dilakukan hanya setiap akhir tahun anggaran, tetapi justru harus secara berkala dalam waktu yang lebih pendek, misalnya setiap bulan, sehingga perbaikan yang perlu dilakukan tidak terlambat dilaksanakan.
Sumber:
http://ringgodoank.blogspot.com/2009/10/fungsi-manajemen-umum-dalam-manajemen.html

Pengertian Manajemen Umum

PENGERTIAN MANAJEMEN UMUM

PENGERTIAN MANAJEMEN

Istilah manajemen  dalam bahasa ondonesi sampai saat ini belum menemukan arti yang secara valid.Namun bila kita mempelajari literatur manajemen maka  akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung 3 arti yaitu :
1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen
3. Manajemen sebagai suatu seni dan sebagai ilmu pengetahuan

menurut pengertian yang pertama yaitu manajemen sebagai suatu proses , mempunyai beragam arti yang di berikan oleh para ahli . Di sini saya kemukakan dua definisi yaitu :
1. Dalam encyclopedia of the social science di katakan bahwa manajemen adalah suatu proses dimana pelaksanaan suatu  tujuan tetentu di selenggarakan dan diawasi .
2. Kemudian Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu dengan kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama .

Kemudian menurut pengertian yang kedua yaitu manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen , jadi dengan kata lain yaitu orang yang melakukan kegiatan manajemen di dalam suatu badan tertentu di namakan manajemen .

Menurut pengertian yang ketiga yaitu manajemen sebagai seni dan ilmu pengetahuan . Mengenai ini pun belum menemukan keseragaman ada yang mengatakan manjamen sebagai seni namun ada pula yang mengatakan manajemen sebagai ilmu . Sesungguhnya kedua pendapat itu pun ada kebenarannya .

Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain . Definisi dari Mary ini mengadung perhatian bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi denagan cara mengatur orang lain untuk melaksanakan apa saja yang perlu dalam pekerjaan itu , bukan dengan cara melakukan pekerjaan tersebut sendiri .

Menurut G.R Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang lain ke arah tujuan organisasional atau maksud - maksud yang nyata . Manajemen juga merupakan suatu ilmu pengetahuan dan seni . Seni adalah ilmu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang di inginkan atau dalam kata lain seni adalah kecakapan yang di peroleh dari pelajaran , pengamatan dan pengalama n serta kecakapan menggunakan pengetahuan manajemen.

Itulah manajemen tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja . Masih banyak lagi definisi sehingga tidak ada satu definisi pun yang dapat di terima secara universal . Menurut James A.F Stoner manajemen adalah suatu proses perencanaan , pengorganisasian , kepemimpinan , dan pengendalian upaya organisasi dan menggunnakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan .

Dari definisi di atas menunjukan bahwa manajemen adalah suatu keadaan yang terdiri dariproses yang di tunjukan oleh garis ( line ) mengarah pada proses perencanaan , pengorganisasian , kepemimpinan dan pengendalian dimana keempat prose tersebut saling mempunyai fungsi masing - masing untuk mencapai tujuan organisasi .
Sumber:
http://irfansanjaya.blogspot.com/2010/10/pengertian-manajemen-umum.html